Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

UM SURABAYA
Kampus

Banggakan Indonesia! Mahasiswa Umsura Raih Medali Perunggu World Climbing Series 2026 di Prancis

Mahasiswa Umsura atau UM Surabaya, Putra Tri Ramadani, meraih medali perunggu World Climbing Series 2026 di Prancis. Simak perjalanan prestasinya serta pilihan kuliah fleksibel di Umsura melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K).

Banggakan Indonesia! Mahasiswa Umsura Raih Medali Perunggu World Climbing Series 2026 di Prancis

Prestasi mahasiswa Indonesia kembali bersinar di panggung olahraga internasional. Kali ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) atau yang juga dikenal sebagai UM Surabaya, Putra Tri Ramadani, berhasil meraih medali perunggu World Climbing Series 2026 nomor lead yang berlangsung di Chamonix, Prancis, pada 10-12 Juli 2026. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan atlet panjat tebing terbaik dunia melalui kerja keras, disiplin, dan konsistensi. 

Keberhasilan Putra tidak hanya mengharumkan nama Umsura, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang diperhitungkan dalam cabang olahraga panjat tebing. Prestasi ini menambah deretan pencapaian internasional yang berhasil diraih Putra sekaligus menjadi modal penting menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Bagi dunia pendidikan tinggi, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berkembang baik secara akademik maupun non akademik ketika memperoleh dukungan yang tepat dari perguruan tinggi.

Putra Tri Ramadani Kembali Naik Podium di Ajang Dunia

Putra Tri Ramadani, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Umsura, kembali menunjukkan kualitasnya sebagai atlet panjat tebing Indonesia di level internasional. Pada ajang World Climbing Series 2026 kategori lead, ia berhasil finis di posisi ketiga setelah tampil konsisten sepanjang kompetisi.

Pada babak final, atlet yang akrab disapa Srondeng tersebut membukukan raihan 38+ poin. Hasil itu memastikan dirinya berhak atas medali perunggu setelah bersaing dengan para pemanjat terbaik dunia. Sementara medali emas diraih oleh Alberto Ginés López dari Spanyol, sedangkan medali perak menjadi milik Luka PotoÄ?ar asal Slovenia.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Putra karena World Climbing Series merupakan salah satu kompetisi bergengsi yang diikuti atlet-atlet elite dari berbagai negara. Mampu naik podium di ajang tersebut menunjukkan bahwa kualitas atlet Indonesia semakin kompetitif di tingkat internasional.

Persaingan Ketat Warnai Babak Final di Chamonix

Final nomor lead berlangsung dengan persaingan yang sangat ketat. Para atlet harus menyelesaikan lintasan yang menuntut kombinasi kekuatan fisik, teknik, strategi, dan ketenangan dalam mengambil setiap pijakan. Selisih poin antar peserta pun sangat tipis sehingga setiap gerakan menjadi penentu hasil akhir.

Di tengah tekanan tersebut, Putra mampu menjaga ritme pemanjatan hingga mencapai titik 38+, sebuah pencapaian yang cukup untuk mengamankan posisi ketiga. Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan kematangannya dalam menghadapi kompetisi tingkat dunia, terutama saat harus bersaing dengan atlet-atlet yang telah berpengalaman di berbagai kejuaraan internasional.

Raihan medali perunggu di Chamonix juga menjadi bukti bahwa konsistensi latihan dan pengalaman bertanding mampu membawa atlet muda Indonesia tampil sejajar dengan nama-nama besar dunia dalam cabang olahraga panjat tebing.

Menegaskan Konsistensi di Level Internasional

Medali perunggu di Prancis bukanlah prestasi pertama yang ditorehkan Putra Tri Ramadani. Sebelumnya, ia telah mengukir sejarah dengan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada salah satu seri Piala Dunia Panjat Tebing. Rentetan hasil positif tersebut menunjukkan bahwa performanya terus berkembang dan mampu dipertahankan di tengah persaingan yang semakin kompetitif.

Konsistensi inilah yang menjadi nilai penting dari perjalanan karier Putra. Dalam olahraga prestasi, mempertahankan performa di berbagai turnamen internasional sering kali lebih sulit dibandingkan meraih kemenangan pada satu kompetisi. Karena itu, keberhasilan kembali naik podium menjadi indikator bahwa Putra mampu menjaga kualitas teknik, kesiapan fisik, serta mental bertandingnya.

Tambahan medali dari Chamonix sekaligus menjadi modal berharga menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dengan pengalaman bertanding melawan atlet-atlet terbaik dunia, peluang Putra untuk kembali memberikan kontribusi bagi Indonesia pada ajang multievent terbesar di Asia pun semakin terbuka.

Rektor Umsura Apresiasi Prestasi Mahasiswanya

Prestasi yang diraih Putra Tri Ramadani mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Prof. Mundakir. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia karena menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengukir prestasi hingga tingkat dunia.

Prof. Mundakir menilai keberhasilan Putra merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang. Di tengah ketatnya persaingan atlet internasional, mampu kembali berdiri di podium merupakan pencapaian yang patut diapresiasi dan menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki daya saing global.

Ia juga menegaskan bahwa Umsura akan terus memberikan ruang dan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi terbaiknya, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah bakat, membangun karakter, dan meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Kuliah Fleksibel di Umsura, Mahasiswa Tetap Bisa Berkembang dan Berprestasi

Prestasi Putra Tri Ramadani menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi di bidang lain. Di tengah jadwal latihan yang padat dan berbagai kompetisi internasional yang diikutinya, Putra tetap menempuh pendidikan sebagai mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Hal ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap pendidikan dapat terus dijaga seiring dengan pencapaian prestasi di tingkat dunia.

Menariknya, Program Studi S1 Manajemen yang ditempuh Putra juga tersedia melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) bekerja sama dengan Komunitas Kuliah. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan pekerjaan, usaha, maupun aktivitas profesional lainnya. Melalui metode Hybrid Learning dan Blended Learning, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan sistem yang lebih fleksibel melalui kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring. 

Tidak hanya S1 Manajemen, Program Perkuliahan Karyawan (P2K) Umsura melalui Komunitas Kuliah juga menawarkan berbagai pilihan program studi jenjang sarjana dan magister yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan karier maupun pengembangan kompetensi. Pilihan program studi tersebut meliputi: 

  • S1 Akuntansi
  • S1 Ilmu Hukum
  • S1 Pendidikan Agama Islam
  • S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • S1 Pendidikan Bahasa Inggris
  • S1 Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD)
  • S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
  • S1 Psikologi
  • S1 Teknik Informatika
  • S1 Teknik Industri
  • S1 Teknik Elektro
  • S1 Teknik Mesin
  • S1 Teknik Sipil

Serta program magister, seperti: 

  • S2 Pendidikan Islam
  • S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
  • S2 Hukum Ekonomi Syariah.

Dengan pilihan program studi yang beragam serta sistem pembelajaran yang fleksibel, Umsura berupaya memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat. Mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi akademik sekaligus tetap produktif menjalankan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, sehingga pendidikan menjadi investasi yang dapat berjalan seiring dengan pengembangan karier dan pencapaian prestasi.

Kesimpulan

Prestasi Putra Tri Ramadani di ajang World Climbing Series 2026 menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan semangat untuk terus berkembang mampu membawa mahasiswa Indonesia meraih prestasi di tingkat dunia. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan yang mendukung dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, baik di bidang akademik maupun non akademik.

Terinspirasi oleh perjalanan Putra Tri Ramadani? Program Studi S1 Manajemen yang ditempuh Putra, bersama berbagai pilihan program studi lainnya di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), dapat kamu pilih melalui Komunitas Kuliah.

Dapatkan informasi lengkap mengenai program studi, proses pendaftaran, jadwal perkuliahan, biaya kuliah, hingga berbagai pilihan beasiswa. Jangan lupa ikuti InstagramTikTokLinkedIn, dan Channel WhatsApp Komunitas Kuliah untuk memperoleh informasi terbaru seputar dunia perkuliahan, pengembangan kompetensi, dan persiapan karier. 

Artikel ini merupakan hasil saduran dan pengembangan informasi dari artikel resmi yang dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) . Seluruh informasi utama terkait  program dan kegiatan akademik merujuk pada sumber resmi kampus, kemudian disesuaikan kembali untuk pembaca eduNitas.