breadcrumb
breadcrumb
menu
Menu Cepat
Artikel Kampus
Informasi & berita terbaru
Kisah Mahasiswa UMSURA: Kuliah Gratis Berkat KIP-K, Bangun Bisnis dari Nol, dan Lulus dalam 3,5 Tahun
Abdullah Rasyiid Hariyono membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk sukses. Berkat beasiswa KIP-K, ia berhasil kuliah di UMSURA, membangun bisnis digital printing, dan lulus dalam 3,5 tahun.
Keterbatasan ekonomi sering kali menjadi alasan banyak anak muda menunda bahkan mengubur impian untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Biaya kuliah yang tidak sedikit, tanggung jawab membantu keluarga, hingga tuntutan untuk segera bekerja menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh sebagian besar calon mahasiswa di Indonesia.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat Abdullah Rasyiid Hariyono menyerah. Sebagai anak sulung dari 4 bersaudara, ia memahami bahwa masa depan tidak akan berubah hanya dengan mengeluhkan keadaan. Di tengah situasi keluarga yang penuh tantangan, Rasyiid memilih untuk terus berjuang mencari peluang agar tetap bisa kuliah sekaligus membantu perekonomian keluarga.
Perjuangan tersebut akhirnya membawanya menjadi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA). Tidak hanya berhasil menempuh pendidikan tanpa biaya kuliah, ia juga mampu membangun usaha digital printing dari nol selama masa kuliah dan menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Lalu, bagaimana perjalanan Rasyiid hingga mampu meraih semua pencapaian tersebut?
Berjuang Melanjutkan Kuliah di Tengah Keterbatasan
Sebagai anak pertama, Rasyiid merasa memiliki tanggung jawab besar untuk membantu keluarganya. Setelah lulus SMA, ia belum langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Sebelum menjadi mahasiswa, ia sempat bekerja sebagai buruh produksi di sebuah perusahaan garment yang memproduksi tas kecantikan. Selama hampir satu tahun, ia memanfaatkan waktunya untuk bekerja sambil membantu kebutuhan keluarga.
Meski demikian, keinginan untuk kuliah tidak pernah padam. Ia terus mencari informasi mengenai berbagai peluang pendidikan hingga akhirnya menemukan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Kesempatan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Rasyiid diterima sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Elektro UMSURA sekaligus memperoleh beasiswa KIP-K yang membantunya melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya kuliah.
Baginya, beasiswa tersebut bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.
Menyulap Uang Saku Beasiswa Menjadi Modal Usaha
Menjadi penerima beasiswa tidak membuat Rasyiid terlena. Ia justru melihat kesempatan tersebut sebagai modal untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.
Berbeda dengan kebanyakan mahasiswa yang menggunakan uang saku untuk kebutuhan sehari-hari, Rasyiid memilih menyisihkan sebagian dana yang diterimanya untuk membeli peralatan usaha secara bertahap.
Aset pertama yang ia miliki adalah mesin cutting sticker bekas yang dibeli dengan harga sekitar Rp4 juta. Berbekal pengalaman sebelumnya di industri percetakan, ia melihat peluang besar di bidang digital printing dan desain kreatif.
Dari peralatan sederhana tersebut, Rasyiid mulai menerima berbagai pesanan cetak dan kebutuhan media promosi. Usaha yang dirintis dari nol itu perlahan berkembang seiring bertambahnya pelanggan dan pengalaman yang dimilikinya.
Keuntungan yang diperoleh tidak langsung dihabiskan, melainkan terus diputar untuk mengembangkan usaha dan menambah fasilitas produksi. Langkah tersebut membantunya membangun kemandirian finansial selama menjalani perkuliahan.
Aktif Mengembangkan Kompetensi Akademik
Meski sibuk mengelola usaha, Rasyiid tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik yang mendukung pengembangan kompetensinya sebagai mahasiswa Teknik Elektro.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika ia dipercaya menjadi asisten peneliti oleh dosennya. Kesempatan tersebut membawanya terlibat dalam berbagai proyek teknologi terapan yang memberikan pengalaman langsung di luar ruang kelas.
Salah satunya adalah proyek pengembangan Smart Canting with CNC Control, sebuah inovasi teknologi yang dirancang untuk membantu meningkatkan produktivitas perajin batik.
Pengalaman tersebut membuka wawasannya mengenai bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Tidak hanya itu, keterlibatannya dalam penelitian juga melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam menyelesaikan berbagai persoalan teknis.
Penelitian yang Menginspirasi Skripsi
Pengalaman sebagai asisten peneliti kemudian menjadi inspirasi bagi topik skripsi yang ia kerjakan. Rasyiid mengangkat penelitian mengenai sistem kendali suhu canting elektrik berbasis logika fuzzy. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan sistem otomatis yang mampu menjaga kestabilan suhu malam atau lilin batik secara real-time.
Melalui penelitian tersebut, ia semakin memahami pentingnya teknologi dalam membantu meningkatkan efisiensi proses kerja di berbagai sektor. Menurutnya, proses penelitian mengajarkan banyak hal, terutama dalam menghadapi masalah secara objektif dan berdasarkan data.
Setiap tantangan harus dianalisis secara menyeluruh sebelum menentukan solusi yang paling tepat. Pola pikir tersebut menjadi bekal yang sangat berharga baik selama kuliah maupun ketika memasuki dunia profesional.
Lulus dalam 3,5 Tahun dengan IPK 3,57
Membagi waktu antara kuliah, bisnis, penelitian, dan berbagai aktivitas lainnya tentu bukan hal yang mudah. Namun, Rasyiid memiliki prinsip yang selalu ia pegang, yaitu disiplin terhadap prioritas. Ia berusaha mengatur waktu dengan baik dan memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi tujuan utama yang harus diselesaikan.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Rasyiid berhasil menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 3,5 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,57. Selain itu, ia juga berhasil memperoleh sertifikasi profesi dari BNSP sebagai salah satu bentuk pengakuan atas kompetensi yang dimilikinya.
Momen kelulusan menjadi salah satu titik paling membahagiakan dalam hidupnya karena berhasil membuktikan bahwa perjuangan panjang yang dilakukan bersama keluarga tidak sia-sia.
Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkembang
Kisah Rasyiid menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih pendidikan dan kesuksesan. Melalui kerja keras, disiplin, serta keberanian memanfaatkan peluang yang ada, ia berhasil mengubah bantuan pendidikan menjadi jalan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Tidak hanya lulus sebagai sarjana Teknik Elektro, ia juga berhasil membangun usaha yang dapat membantu perekonomian keluarga dan menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja. Perjalanannya menjadi pengingat bahwa setiap tantangan dapat berubah menjadi peluang apabila dihadapi dengan tekad dan konsistensi yang kuat.
Kuliah di UMSURA Kini Lebih Fleksibel Bersama eduNitas
Kisah Abdullah Rasyiid Hariyono membuktikan bahwa pendidikan dapat menjadi jalan untuk mengubah masa depan, bahkan di tengah berbagai keterbatasan. Dengan memanfaatkan kesempatan yang ada, terus mengembangkan kemampuan, dan berani mengambil peluang, mahasiswa dapat membangun karier sekaligus mewujudkan impian yang lebih besar.
Bagi kamu yang ingin mengikuti jejak Rasyiid, kini Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) juga dapat ditempuh melalui program Kuliah Karyawan (P2K) yang difasilitasi oleh eduNitas. Sistem perkuliahan yang fleksibel memungkinkan mahasiswa untuk tetap bekerja, berwirausaha, maupun menjalankan aktivitas lainnya tanpa harus meninggalkan pendidikan.
Selain S1 Teknik Elektro, UMSURA melalui eduNitas juga menawarkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri saat ini, di antaranya:
- S1 Teknik Mesin
- S1 Teknik Sipil
- S1 Informatika
- S1 Sistem Informasi
- S1 Manajemen
- S1 Akuntansi
- S1 Psikologi
- S1 Ilmu Komunikasi
- S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
- S1 Pendidikan Bahasa Inggris
- S1 Pendidikan Matematika
- S1 Hukum
Melalui kurikulum yang adaptif, dosen berpengalaman, serta sistem pembelajaran yang mendukung kebutuhan mahasiswa modern, UMSURA berkomitmen mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan industri masa depan.
Kesimpulan
Kisah Abdullah Rasyiid Hariyono membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan dan kesuksesan. Berkat kerja keras, disiplin, serta keberanian memanfaatkan peluang seperti beasiswa KIP-K, ia berhasil menyelesaikan kuliah di Program Studi Teknik Elektro UMSURA dalam waktu 3,5 tahun, membangun usaha digital printing dari nol, dan mengembangkan kompetensi melalui berbagai kegiatan akademik maupun penelitian.
Bagi kamu yang ingin melanjutkan pendidikan seperti Rasyiid, kini Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) dapat ditempuh melalui program Kuliah Karyawan (P2K) yang difasilitasi oleh eduNitas. Dengan sistem pembelajaran Hybrid Learning dan Blended Learning yang fleksibel, serta berbagai pilihan program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,
Daftar kuliah secara online di UMSURA dan jangan lupa ikuti Instagram, TikTok, LinkedIn, Website eduNitas, atau gabung di Channel WhatsApp untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia perkuliahan, beasiswa, pengembangan skill, serta peluang karier masa depan.
Artikel ini merupakan hasil saduran dan pengembangan informasi dari artikel resmi yang dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA). Seluruh informasi utama terkait program dan kegiatan akademik merujuk pada sumber resmi kampus, kemudian disesuaikan kembali untuk pembaca eduNitas.
Hubungi layanan kami
Pusat Bantuan Kampus
Kampus UM SURABAYA • Jl. Sutorejo No. 59 Surabaya, Jawa Timur, Indonesia, 60113
Tagged (Tags) :
© 2026 Universitas Muhammadiyah Surabaya. All rights reserved.
UM SURABAYA